Kadiluwih, Magelang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 80 Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan program inovatif berbasis lingkungan dengan memanfaatkan limbah botol plastik menjadi vertical garden tanaman obat keluarga (TOGA) di dinding Kantor Kelurahan Kadiluwih.
Kegiatan ini berlangsung pada 27 Januari hingga 10 Februari 2026 sebagai bagian dari upaya penghijauan sekaligus pemberdayaan masyarakat desa sesuai dengan SDGs poin ke 3, 4, 11, dan 12.
Program ini berangkat dari dua permasalahan utama, yaitu meningkatnya limbah botol plastik rumah tangga serta terbatasnya ruang hijau di area fasilitas umum. Melalui pendekatan daur ulang kreatif, botol bekas dikumpulkan dari bank sampah, dibersihkan, kemudian dirakit menjadi media tanam yang disusun secara vertikal pada dinding kantor kelurahan.
Berbeda dari taman hias biasa, vertical garden ini ditanami berbagai tanaman obat seperti jahe, sereh, sambiloto, dan tanaman herbal lainnya yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
Penanggung jawab program kerja, yaitu Andika Bagus Saputra menyampaikan bahwa konsep ini tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan, tetapi juga memberikan nilai guna nyata bagi warga.
“Vertical garden ini tidak hanya menjadi elemen penghijauan, akan tetapi juga diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang sebagai sarana edukasi dan tanaman obatnya ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan kesehatan sederhana sehari-hari warga desa,” ujar Andika.
Pada tanggal 10 Februari 2026 telah dilaksanakan kegiatan serah terima vertical garden dari Ketua Kelompok KKN, Alwan Rifky Santoso kepada Kepala Desa Kadiluwih, Lilik Kuswantara. Kepala Desa Kadiluwih, saat peresmian dan penyerahan Veritcal Garden turut mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Dalam tanggapannya, beliau menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif bagi lingkungan desa terlebih di kantor Kelurahan Kadiluwih.
“Terima kasih, kami sangat mendukung inisiatif dari mahasiswa KKN UNS. Pemanfaatan botol bekas menjadi vertical garden tanaman obat ini sangat bermanfaat, karena selain dapat memperindah lingkungan desa, hasil tanamannya juga bisa digunakan nantinya,” ungkapnya dalam serah terima vertical garden (10/2/2026).
Melalui program vertical garden tanaman obat ini, mahasiswa KKN UNS berharap masyarakat dapat meniru praktik serupa di rumah masing-masing sehingga tercipta budaya daur ulang, penghijauan berkelanjutan, serta kemandirian dalam pemanfaatan tanaman herbal.
Kehadiran vertikal garden tersebut kini tidak hanya mempercantik kantor kelurahan, akan tetapi juga menjadi sarana edukasi dan sumber manfaat kesehatan bagi warga Desa Kadiluwih.
Penulis
KKN Kelompok 80 UNS